Sumber: https://timesofindia.indiatimes.com/
Popok sekali pakai (pospak) menjadi pilihan utama banyak Ibu. Alasan utamanya karena praktis. Pospak dapat langsung dibuang setelah digunakan sehingga mengurangi jumlah cucian. Diapers atau pospak ini juga dapat menampung banyak urin, sehingga dapat digunakan selama lebih lama dibanding popok kain. Popok jenis ini pun a8nti bocor karena mengandung hidrogel yang dapat menyerap dan menahan cairan hingga seratus kali beratnya. Karena itulah permukaan pospak terasa kering karena adanya hidrogel.
Tapi dibalik kelebihan-kelebihan pospak tadi, Moms juga perlu tau nih beberapa kekurangan pospak.
Mengandung Bahan Kimia
Pospak mengandung beberapa bahan kimia diantaranya dioksin, pewarna, gel, parfum, dan sodium polyacrylate. Meski secara ilmiah bahan-bahan ini belum terbukti berbaha bagi bayi, namun tentu saja bahan ini menimbulkan kekhawatiran para orang tua. Selain ini sebagian bayi juga dilaporkan mengalami reaksi alergi ketika memakai popok sekali pakai.
Sumber: http://hybridchemical.com/
Tidak Ramah Lingkungan
Popok sekali pakai juga dikenal menjadi salah satu penyumbang sampah yang besar. Pasalnya popok sekali pakai tidak dapat terurai di alam. Bayangkan, berapa juta bayi lahir dalam setahun dikalikan kebutuhan popok sekali pakai dalam sehati? Anggap saja 1 juta bayi lahir dengan kebutuhan 8 pospak setiap harinya, maka terciptalah 8 juta sampa pospak yang tidak bisa diuraikan di alam. Apalagi, di Indonesia sebagian orang memiliki kepercayaan mengenai sawan. Dimana popok bekas kotoran bayi tidak boleh dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Sampah) karena menurutnya, sampah di TPA biasanya dibakar. Inilah yang menimbulkan banyak orang membuang sampah pospak ke sungai, karena adanya kepercayaan dibakarnya kotoran pada pospak akan menimbulkan ruam pada bayi.
Mempesulit Toilet Training
Selain tidak ramah lingkungan popok sekali pakai juga membuat latihan buang air kecil (toilet training) lebih sulit. Hal ini karena si kecil yang memakai pospak terbiasa merasa kering pada bagian selangkangannya, sehingga tidak peka ketika ia buang air kecil dan besar.
Sumber: https://pottygenius.com/
Meski praktis digunakan serta mengurangi jumlah cucian, beberapa hal tadi dapat menjadi pertimbangan dalam menggunakan popok sekali pakai.
Namun tetap saja kebutuhan masing- anak dan orangtua berbeda. Kembali lagi kepada Anda para orangtua, dengan beragam pertimbangan, apakah masih akan menggunakan pospak?

Komentar
Posting Komentar